Sinergisitas pengembangan bahan obat

Sinergisitas pengembangan bahan obat

Bio Farma selaku Industri Farmasi melakukan kemitraan dengan 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS) dalam mengembangan obat diindonesia. Dalam hal ini Bio Farma melakukan hilirisasi pengembangan Industri Farmasi diindonesia agar terserapnya riset untuk penerapan yang lebih inovatif demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan menjadi kekuatan

Bio Farma selaku Industri Farmasi melakukan kemitraan dengan 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS) dalam mengembangan obat diindonesia. Dalam hal ini Bio Farma melakukan hilirisasi pengembangan Industri Farmasi diindonesia agar terserapnya riset untuk penerapan yang lebih inovatif demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan menjadi kekuatan baru dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan obat.

Sesuai Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2016 terkait Percepatan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Presiden mempunyai harapan besar dituangkan kepada menteri dalam kabinetnya agar melakukan koordinasi mendorong penguasaan teknologi dan inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan dan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri dan ekspor sehingga didapatkan suatu kekuatan yang kuat dalam menunjanng naiknya perekonomian bangsa.

Hal lain dilakukan yaitu menjamin ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional. Mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat, obat, dan alat kesehatan untuk pemenuhan dalam negeri dan ekspor serta memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri/ utilisasi kapasitas industri.

Badan Pengawas Obat dan Makanan berperan dalam menginisiasi penguatan kelembagaan dan regulasi agar dapat terserapnya suatu sinergisitas antara Academics, Business dan Community. Sehingga suatu Academics meningkatkan penelitian dasar terkait dengan bahan baku, toksisitas, studi manfaat, maka secara menyeluruh di Implementasi oleh pengembang Business sesuai dengan persyaratan teknis agar memenuhi persyaratan yang sudah menjadi acuan suatu industri pada umumnya. Peran Community disini meningkatkan kesadaran masyarakan bagaimana pemanfaatan produk lokal maupun obat tradisonal secara tepat dan rasional. Promosi dan perluasan pasar ini sangat membantu dan memotivasi dalam hal pengembangan bahan obat tersebut, agar kedepannya suatu industri lain melirik dan memantau akademisi yang berpontensial.

Hal Terbaru terjadi gebrakan dari PT. Ferron Par Pharmaceuticals melakukan ekspor produk ke eropa. Ini menjadi angin segar bagaimana perkembangan ekspor melalui ke sisi positif dalam hal mengambil pasar luar negeri. Kedepannya akan segera terjadi inovasi dari industri lain sehingga dapat mendapatkan pasarnya melalui jalur ekspor ke luar negeri tersebut.

Kualitas pun perlu diperhatikan bagaimana standar kualitas dan keamanan yang dipersyaratkan oleh pasar global, produk farmasi harus dapat memenuhi standar European Union yang mempersyaratkan standar, kualitas, dan kemanan produk yang sangat ketat dalam hal produk yang beredar pada jangkauan pengawasan mereka. Harapan besar dengan dimulainya Bio Farma dalam menginisiasi dan mengandeng perguruan tinggi negeri (PTM) diindonesia membuka jalan agar hasil inovasi dari perguruan tinggi lain mengambil peran agar hasil akademisi dan penelitiannya dapat diserap dan diterapkan oleh Industri Farmasi.

farmasi.nimda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *