Minum obat? Perhatikan hal ini!

Minum obat? Perhatikan hal ini!

Minum obat itu mudah, hanya saja banyak yang belum mengetahui bagaimana tepat nya waktu minum obat, bagaimana tepat pada dosis dan tepat dalam penggunaan. Padalah poin-poin tersebut sangat penting dalam mempercepat proses penyembuhan. Yuk… sama-sama belajar. Tepat waktu minum Obat harus dimimun pada waktu yang tepat agar mendapatkan efek obat yang optimal. Tepat waktu disini

Minum obat itu mudah, hanya saja banyak yang belum mengetahui bagaimana tepat nya waktu minum obat, bagaimana tepat pada dosis dan tepat dalam penggunaan. Padalah poin-poin tersebut sangat penting dalam mempercepat proses penyembuhan. Yuk… sama-sama belajar.

Tepat waktu minum

Obat harus dimimun pada waktu yang tepat agar mendapatkan efek obat yang optimal. Tepat waktu disini berkaitan dengan jadwal penggunaan obat yang tertera pada etiket. Misalnya pada etiket tertulis :

Aturan 1x sehari = setiap 24 jam sekali

Aturan 2x sehari = setiap 12 jam sekali

Aturan 3x sehari = setiap 8 jam sekali

Aturan 4x sehari = setiap 6 jam sekali

Contoh :

jika pada aturan tertulis 2xsehari 1 tablet, maka obat pertama saat diminum pukul 8 pagi dan obat kedua diminum pada pukul 8 malam, begitu seterusnya untuk aturan yang lainnya. Namun ada juga beberapa obat yang lebih baik di konsumsi malam hari seperti obat-obat antikolesterol.

Tepat Dosis/Takaran

Penggunaan obat harus sesuai dengan gejala dan diagnosa yang sudah ditetapkan. Dan bukan berarti semakin tinggi dosis obat maka penyakit semakin cepat sembuh. Penggunaan obat dan dosis nya tidak tepat akan membuat tubuh menjadi resisten (kondisi tubuh menjadi kebal terhadap obat tertentu).

Untuk beberapa obat yang menggunakan takaran sendiri, misalnya pada sirup takarannya 3xsehari 1 sendok makan. Sendok makan disini bukan sendok yang ada di meja makan, tapi sendok makan ini mengacu pada ukuran volume yaitu 15 ml.

Tepat Guna (Tepat Penggunaan)

Obat tersedia dalam berbagai bentuk dan cara pemberian yang memiliki tujuan penggunaan obat tersebut. Sebagian besar obat tersedia dalam bentuk oral/diminum. Beberapa hal harus diperhatikan seperti interaksi antara obat dengan makanan dan minuman dan interaksi obat dengan obat lain.

Interaksi obat dengan makanan dan minuman

Obat dapat berinteraksi dengan makanan/minuman yang dikonsumsi dalam waktu bersamaan atau berdekatan, sehingga mengubah efek obat menjadi lebih atau kurang aktif. Contoh: makanan/minuman mengandung kalsium, besi dan logam tertentu seperti susu, mentega dan kelapa yang dikonsumsi berdekatan dengan obat golongan antibiotik (tetrasiklin, ciprofloxacin, doxycycline) akan mengalami penurunan aktivitas penyerapannya sehingga penyakit infeksi yang diobati tidak terkendali dengan baik.

Contoh lain, jika meminum kopi bersama obat yang mengandung efredin(obat-obatan flu) dan teofilin (obat asma) akan menstimulasi peningkatan aktivitas jantung.

Interaksi obat dengan obat lain.

Penyimpangan interaksi obat biasanya terjadi saat pengobatan tidak dilakukan atas dasar diagnosa/peresepan oleh dokter. Beberapa obat tidak bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, banyak efek samping yang dapat timbul dari mulai alergi hingga keracunan. Berikut adalah beberapa obat yang tidak boleh digunakan bersama dengan obat lain.

Contoh: penggunaan obat golongan sulfa dan penicillin tidak dianjurkan karna dapat memberikan reaksi alergi seperti gatal-gatal sampai syok. Dan obat epinephirine, tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi.

Jadi penting bagi pasien atau pengguna obat untuk dapat mengetahui ketepatan dalam mengkonsumsi obat sehingga mendapatkan manfaat yang maksimal dari obat tersebut.

farmasi.nimda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *